Mimpi Jadi Manager SDM CV. Rising Star Advertising

Suatu ketika seorang rekan lulusan Fisipol yang telah bekerja di perusahaan local advertising di Solo berkata, aku mau keluar dari tempat kerja ini! Empat tahun aku belajar di Universitas, masak sekarang gaji cuma Rp 400.000,- per bulan? Sudah pekerjaan berat, gaji belum bisa nutup kebutuhan sehari-hari lagi…Salahku juga sih, dulu pas interview aku tidak menanyakan perihal gaji ini. Habisnya tabu. Eh, ternyata eh ternyata….

Impian setiap freshgraduate kiranya untuk mendapat pekerjaan dengan karir bagus, sesuai bidang keilmuan, dan gaji tinggi. Namun hal itu tidaklah mudah. Mengingat persaingan semakin ketat. Umumnya perusahaan terkemuka akan mencari orang yang sudah berpengalaman untuk menduduki posisi-posisi managerial. Sedangkan karyawan-karyawan baru akan dididik terlebih dahulu sebagai tenaga staff untuk memahami system perusahaan.

Ada fenomena menggelitik dari paradigma freshgraduates yang notabene adalah calon-calon tenaga kerja cerdas di Indonesia, bahwa bekerja haruslah identik dengan bekerja disuatu perusahaan besar dan gaji tinggi. Namun permasalahannya adalah ketatnya persaingan antar freshgradutes yang kadang membuat mereka banting stir untuk bekerja di perusahaan local, dengan alasan mencari pengalaman. Sedangkan disisi lain, perusahaan local seringkali mengalami “kekosongan potential SDM” karena dianggap tidak bonafide oleh para calon tenaga kerja tersebut. Ketidakbonafide-an ini menurut versi testimony rekan saya diatas, ada dalam masalah gaji. Disatu sisi perusahaan tidak membicarakan secara fair tentang system penggajian yang ada, dan di lain sisi adalah “kepolosan” rekan saya yang tidak menanyakan hal tersebut dikala interview.

Jika saya dalam 6 tahun mendatang dianugerahi untuk mengelola bisnis local advertising, saya akan memberi nama perusahaan tersebut dengan CV. Rising Star Advertising. Kemudian saya ingin membuat calon karyawan tertarik untuk bekerja di perusahaan saya. Terutama saat interview masalah gaji. Saya akan fair saja menyampaikan kepada orang yang akan saya pekerjakan bahwa mereka akan memperoleh gaji atau insentif sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan di perusahaan. Sehingga saya bisa melihat motivasi, alasan, paradigma, harapan-harapan dan negotiation skill calon karyawan tersebut dalam bekerja di perusahaan saya. Untuk selanjutnya saya bisa menilai kesunguhan mereka dan merencanakan pengembangan potential skill mereka.

Motivasi, alasan, paradigma, dan harapan-harapan calon karyawan penting saya ketahui guna mesikronkan nilai-nilai yang ada dalam perusahaan saya (corporate culture) dengan nilai-nilai yang ada dalam diri calon karyawan. Hal ini bisa ditujukan untuk mengukur kira-kira masa kerja karyawan yang bisa dikontribusikan terhadap perusahaan saya.

Selanjutnya negotiation skill penting mengingat perusahaan saya bersifat dinamis. Advertising memerlukan karakter orang yang energik, berpikiran terbuka, dan pandai bernegosiasi.

Bernegosiasi bukanlah perkara menang kalah, namun justru bagaimana menciptaan sinergi, yang bersifat win-win solution. Ketika saya menuntut suatu produktivas dan kontribusi yang optimal dari karyawan, sebaliknya saya juga akan menghargai mereka atas potential skill mereka. Pemahaman saya atas motivasi, alasan, paradigma dan harapan-harapan calon karyawan, berguna dalam proses planning “bagaimana mengembangkan potential skill calon karyawan tersebut.” Salah satunya adalah memberikan kebebasan kepada mereka untuk berkarya dan belajar seluas-luasnya di perusahaan saya (dengan catatan bertangung jawab). Hal ini sering disebut dengan istilah job enrichment, yaitu sebuah metode yang memberikan karyawan tanggung jawab yang lebih yang meliputi perencanaan dan pengendalian yang diperlukan untuk penyelesaian tugas. Dengan metode ini, secara tidak langsung entrepeneurship karyawan akan tergali, dan kelak mereka bisa mandiri dengan kemampuan mereka sendiri.

Karyawan dalam pandangan saya adalah intangible asset dimana perusahaan akan tumbuh bersama dengan mereka. Saya berpikir bahwa setiap orang dapat mendirikan local advertising dan menyamai produk yang saya jual, namun mereka tidak akan dapat membeli “budaya” perusahaan saya. Bagaimana saya memperlakukan karyawan saya akan menentukan bagaimana mereka akan memperlakukan orang lain diluar.

Dalam undang-undang ketenagakerjaan diterangkan bahwa orang yang telah dinyatakan menjadi karyawan di dalam sebuah perusahaan sebenarnya berhak atas Upah. Ini berlaku untuk semua perusahaan, tidak terkecuali perusahaan-perusahan local. Apapun bentuk usaha yang didirikan, baik perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas atau CV dan lain-lain, dalam Undang-undang Ketenagakerjaan telah ditetapkan Upah Minimum yang harus dipenuhi oleh para pengusaha dan asuransi JAMSOSTEK. Yang masih dapat dipertimbangkan adalah dalam hal pemberian dalam bentuk tunjangan misalnya: tunjangan makan, transport dll. Tunjangan tersebut dapat diberikan dengan jumlah sesuai dengan kemampuan perusahaan kelak. Saya akan memberikan tunjangan secara bertahap dari jumlah yang terendah. Setelah perusahaan berkembang dan mendapatkan profit baru saya lakukan perbaikan-perbaikan seperlunya.

Dedicated to:

Wadyabala Ganes Engineering Colsultant Jogja. “Kesan Pertama begitu menggoda. Selanjutnya….. tak terlupakan!”

5 Responses

  1. Sbutan nduk ktoe ga kan sy pake lg k njenengan..salut! Saya sudah terlindas skarang.

  2. Halah, opo tho mas? kehormatan lho, dpt testimony dr mantan ketua DEM UGM…😉 Hayuk, mana blogs-mu? Bagi2 ilmu dunk…

  3. ehm…analisisnya tajam banget dik…….dah lama ga berkunjung ke blog ini…tulisannya berbonot semua, dari sisi analisa manajemen sumber daya manusianya…….cuit3…..
    blog jenengan tak pasang di blog aku yg wordpress ya…..

  4. Iya, silakan mas ari… Mg bermanfaat!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: