Corporate Life Enrichment: Cost Saving, Healthy and Working Life

Corporate Life Enrichment: Cost Saving, Healthy and
Productive Working Life

Pendahuluan
Dewasa ini, ada kecenderungan yang menggembirakan dalam upaya umat manusia terus-menerus meningkatkan kualitas kehidupan, di mana kesadaran tersebut tidak hanya tumbuh dalam taraf individu melainkan juga perusahaan. Semakin banyak perusahaan yang lebih menyadari bagaimana memanfaatkan perspektif dan pengetahuan baru untuk kehidupan yang sejahtera, terutama bagi karyawan mereka.

Tingginya tingkat absensi karyawan merupakan salah satu indiktor kualitas hidup yang rendah. Selama hal itu masih menjadi isu besar di tempat kerja, perusahaan harus menyadari, bahwa sudah saatnya melakukan corporate life enrichment.
Corporate life enrichment adalah upaya meningkatkan baik produktivitas maupun anggaran agar perusahaan mendapatkan keuntungan dan nilai tambah. Life enrichment sendiri juga merupakan investasi bagi masa depan perusahaan. Dunia bisnis perlu mengupayakannya untuk mengurangi angka absensi karyawan yang disebabkan sakit, dan mengurangi gangguan-gangguan lain dalam proses bisnis.

Permasalahan
1. Apakah definisi Corporate Life Enrichment?
2. Bagaimana deskripsi penerapan Corporate Life Enrichment di PT. Charoen Pokphan?

Manajemen Sumber Daya Manusia
Bagian/divisi sumber daya manusia harus menjamin bahwa perusahaan dapat/mampu merekrut, melatih, mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas baik dan tepat, dalam jumlah yang tepat, dan pada saat yang tepat pada semua tingkatan dalam organisasi perusahaan itu, dan melepaskan mereka kembali ke masyarakat dengan cara yang terbaik bagi semua pihak.

Dalam proses pencarian calon karyawan tersebut terdapat metoda/tehnik seleksi yang disebut dengan medical examiniation. Tujuan medical examinination adalah sebagai berikut:
1. Menentukan apakah kualifikasi fisik calon memenuhi syarat.
2. Mencatat kondisi fisik calon pada saat diterima bekerja.
3. Mencegah dipekerjakannya orang dengan penyakit tertentu.
4. Membanatu pelaksanaan proses penempatan pegawai (sesuai dengan kondisi fisik dengan kerjanya).

Ketika perusahaan sudah menemukan the right man, in the right place, and on the right time, maka diperlukan suatu pengelolaan dan pemeliharaan atas karyawan tersebut. Indikator bahwa placement terhadap karyawan adalah tepat yaitu adanya tingkat produktivitas karyawan yang optimal. Adapun pemeliharaan atas diri karyawan dapat berupa fisik, mental, moril, maupun motivasi.

Corporate Life Enrichment
Karyawan adalah Sumber Daya Manusia yang perlu dikelola. Menurut F.W. Taylor manusia dipandang sebagai faktor produksi dimana hal ini sama dengan faktor produksi lainnya. Sebagai faktor produksi, maka perusahan perlu melakukan upaya meningkatkan produktivitas karyawan maupun anggaran agar perusahaan mendapatkan keuntungan dan nilai tambah. Upaya tersebut sering dikenal dengan istilah Corporate life enrichment (www.swa.co.id). Life enrichment sendiri juga merupakan investasi bagi masa depan perusahaan. Dunia bisnis perlu mengupayakannya untuk mengurangi angka absensi karyawan yang disebabkan sakit, dan mengurangi gangguan-gangguan lain dalam proses bisnis.

Health economy adalah ilmu baru yang harus diperkenalkan kepada perusahaan. Karena kesehatan dan pencegahan penyakit selalu dipandang oleh perusahaan sebagai cost. Padahal kalau dihitung, kerugian dan biaya akan lebih besar bila karyawan sakit. Selain biaya pengobatan yang tidak murah, perusahaan juga menderita kerugian dengan turunnya produktivitas apabila karyawan tidak masuk.

Company Profile PT. Charoen Pokphan
Pada tahun 1971, PT. Charoen Pokphan mendapat izin dari pemerintah Indonesia melalui fasilitas penanaman modal asing, berdasar pada Dekrit No.616/M/SK/XI/1971 tertanggal 29 November 1971 atas nama Menteri Perdagangan Indonesia, untuk mendirikan pabrik makanan ternak di Jakarta di area 2,4 hektar.
PT. Charoen Pokphan didirikan oleh:
· Summet Jiaravanon
· Jaran Chearavanont
· Montri Jiaravanont
· Johannes Purnama Sudarma, SH

PT. Charoen Pokphan memulai operasi bisnisnya pada tahun 1972 dengan kapasitas produksi 20.000 ton per tahun. Produknya terdiri dari makanan ternak (sapi, babi) dan makanan unggas (ayam, broiler, dan bebek). Kemudian di tahun 1976 dan 1979, PT. Charoen Pokphan melebarkan bisnisnya ke Surabaya dan Medan dengan cara menambah kapitas produksi 24.000 tons dan 80.000 tons per tahun.

Setelah pengembangan beberapa produk, sekarang PT. Charoen Pokphan mempunyai kapasitas total produksi 650.000 ton per tahun di pabriknya yang ada di Jakarta, Suranbaya, dan Medan. Pabrik di Jakarta berada di tanah 27.284 m2 dengan kapasitas produksi 200.000 tons per tahun). Pabrik di Surabaya berada di area tanah 42.565 m2 (dengan kapasitas produksi 250.000 ton per tahun). Sedangkan pabrik di Medan berada di area tanah seluas 17.565 m2 (dengan kapasitas produksi 200.000 ton per tahun).

Oleh karena meningkatnya permintaan pasar akan makanan udang, maka pada tahun 1988 PT. Charoen Pokphan memutuskan untuk mengembangkan bisnisnya lagi dengan memproduksi makanan udang. Hal ini diikuti dengan didirakannya pabrik dengan kapasitas 40.000 ton per tahun di Medan. Dalam rangka menguatkan posisi pasarnya di makanan unggas, melalui RUPS yang diadakan pada tanggal 24 April 1990, para pemegangsaham memutuskan untuk mengambil alih 80% dari saham P.T Charoen Pokpand Jaya Farm, perusahaan berdomisili di Jakarta dan mengkhususkan diri di bidang pengolahan makanan ternak dan hasil ternak (www.cp.co.id).
Penerapan Corporate Life Enrichment di PT. Charoen Pokphan

Kesehatan dan pencegahan penyakit selalu dipandang oleh perusahaan sebagai cost. Padahal kalau dihitung, kerugian dan biaya akan lebih besar bila karyawan sakit. Selain biaya pengobatan yang tidak murah, perusahaan juga menderita kerugian dengan turunnya produktivitas apabila karyawan tidak masuk.

Hal inilah yang menstimulus PT. Charoen Pokphan untuk mengadakan vaksinasi kepada karyawan. Program vaksinasi tersebut adalah vaksinasi flu yang berhasil mengurangi jumlah absen sakit sebesar 44%. Pada tahun 2006 sebelum vaksin, sebanyak 579 karyawan absen sakit (72,28% dari 801 karyawan). Setelah vaksin angka itu turun menjadi 222 karyawan absen sakit. Vaksinasi flu dipilih karena flu atau influenza adalah penyebab 10-12% absensi karyawan di seluruh dunia.

Penurunan jumlah absensi ini juga diikuti dengan peningkatan produktivitas. Hasil penelitian di Charoen Pokphan menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 38,51% sesudah vaksin, yang ditunjukkan dengan jelas oleh meningkatnya produksi telur per hari (www.swa.co.id)

Daftar Pustaka

Yuwono, Budi,1998. Modul Manajemen Sumber Daya Manusia. Unsoed, Purwokerto, 1998.
http://www.swa.co.id, 2008.
http://www.cp.co.id, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: