When did you start using make up?

pizzaToday is 12th July 2016. Not much to do at office due to Idul Fitri gathering. Well, suddenly i remember about MAKE UP. Girls, When did you use make up for the first time in your life?

 

Short story start, when yesterday I was going around in the store doing some “sight seeing” in the makeup stalls, I saw a bunch of teenagers. I think they were about 9 or 10 years old. I can see very obviously from their body posture and their voice that they are still below 10. What makes them different with a 10 years old kids that I would imagine is the way they act, dress, and most of all, their makeup!

 

Their make up for me is just TOO MUCH for their age. They wear very thick glittery eye shadows, thick foundations, mascara, and a dark coral red/orange lipstick. They even wear fake lashes. I was shocked looking at the way they look.

 

Gosh.. I’m sorry to say, but even at my age, I don’t have the guts to wear that kind of make up in the day time for shopping purpose. Kids these days grow up so fast…:(

 

I understand fully their desire to touch makeup. I remember the time when I was about 10 years old. Back in that time, my friend and I like to play with nail polish and lipstick. We also like to play dress up with our mothers makeup and clothing. Yes it was a lot of fun… I think it was a very common things for girls at that age to dream themselves as being a very beautiful model or super star…:D

 

Our mothers were very generous also. She will let us play dress up and make up. But, we have to obey one rule. We have to take it off after… *sweet memories*

 

We are not allowed to use those thick makeup every day and during school. These restrictions are something that I don’t regret. I understand fully today as a grown up that those rules are to put us in the right proportion in the right age. Our mother wants us to look fitted in accordance to our age. I love you mom…:*

 

I do have to say that since I was a child I love make up. I see it as a type of art that we can enjoy. My mother does not use make up very often. But I love to see women wearing make up.

I remember my first make up that my mother bought me. It was a lip gloss. I remember that it was when I was around 12 years old. It was a drugstore not that expensive lip gloss designed for teenagers. It looks very natural. My mother allowed me to wear that lip gloss. Only that lip gloss. I remember how happy I was when I receive my first lip gloss. It was my first very own lip gloss>

 

Then at the age of 15, I started to save up my allowance to buy compact powder. I generally will use that compact powder and a lip gloss for school. When I was in high school, I was a total geek.. But deep inside my heart, my passion and love for make up just does not fade away.

 

I enter university at the age of 18. I start to have the guts to wear more “complete makeup” at the age of 18. I started to use foundation powder, soft lipstick, eyeliners and mascara. I “self learned” using these make up. I sometimes ask friends who are more advance in doing make up to teach me how to use them. I also receive many learning from magazines, youtube, and many other resources.

 

I do HEART make up very much..

 

But I would use the make up in accordance to my age.

 

I would prefer to enjoy every step of my life in proportion to my age.

 

I start using my first make up at the age of 12. And it was only a Lip Gloss.

 

So when did you first start using make up? And what was it?

 

The Definition of Entrepeneurship in KOPERASI Sector

KEWIRAUSAHAAN

Tell Me Your Name – Christian Bautista

Tell me your name you’re lovely
Please tellя me your name
Just when I thought
This would be one of those boring games

You walked into these feelings
You looked at me and smiled
My heart unfroze and started going wild

Can you imagine this
The confusion of first loves kiss
A return toя wondering
If the magic of love was this
You merely said hello
And my mind did a stop and go
Can it possibly be
The future for me is you…

Tell me your name
I must know
Won’t you tell me your name
I’m not insane
Just frightened that youя might go
Don’t go please stay beside me…
Wait until I can tell you all my schemes
Chasing rainbows, spinning dreams
Finding someone to love like you…

I’m not insane
Just frightened that you might go
Don’t go please stay beside me
Just wait until
I can tell you all myя schemes
Chasing rainbows, spinning dreams
Tell me please your name…

Kiat Memberi Kado

Berikut ini ada 10 pertanyaan yang perlu Anda ajukan pada diri sendiri sebelum memberi kado:

* Apa alasan saya memberi kado?
* Tuluskah saya memberinya?
* Apakah kado yang akan saya beri merefleksikan selera saya atau orang yang akan menerimanya?
* Apakah kado saya terlalu mewah?
* Apakah pemberian kado ini akan mengejutkan?
* Apakah tepat memberi kado permen atau cokelat bagi orang yang sedang diet?
* Pantaskah kado diberikan secara pribadi?
* Apakah kado harus selalu dibungkus dengan rapi dan cantik?
* Apakah saya merasa nyaman memberikannya?

Pertanyaan pertama yang harus Anda tanyakan adalah mengapa memberi kado. Biasanya kita memberi kado untuk menyatakan terima kasih atas kerja sama bisnis, kepada seseorang yang pernah mentraktir kita makan siang atau malam, kepada kekasih yang mengajak kita makan malam di rumahnya, atau kepada orang yang memberi informasi penting dalam berbisnis.

Anda pun bisa memberi kado sebagai ucapan selamat kepada seseorang atas keberhasilannya, kado perkawinan, ulang tahun, atau kelahiran bayi. Dan pada saat memilih kado, jangan lupa alasan Anda memberinya. Untungnya, kini semakin banyak cara untuk mencari, memilih, dan mengirimkan kado di berbagai kesempatan.Selain itu, perhatikan juga sejumlah hal di bawah ini sebelum Anda benar-benar memberikannya!

* Jika ingin membelikan kado mainan perang-perangan kepada anak kecil, tanyakan terlebih dulu kepada orangtuanya. Ada orangtua yang tak senang kado mainan seperti itu.
* Jangan pernah memberikan anak-anak kado berupa binatang peliharaan, kecuali Anda sudah mendapat ijin terlebih dahulu dari orangtuanya.
* Kado berupa sepaket barang yang dibutuhkan si penerima akan meninggalkan kesan lebih mendalam. Misalnya, sepaket rangakaian perawatan tubuh atau kosmetik dengan merek favorit si penerima.
* Nilai kado akan bertambah tinggi jika diterima pada saat yang tepat dan dikemas cantik.
* Kado sebaiknya disertai kartu ucapan selamat lalu tambahkan tulisan tangan Anda, walaupun pada kartu ucapan sudah tercetak kata-kata mutiara.
* Kado berupa uang akan lebih bermanfaat diberikan dalam bentuk cek. Uang tunai lebih tepat untuk anak-anak. Jika memberikan uang tunai, adakalanya baik juga mencantumkan jumlah untuk menghindari hilangnya uang atau salah menempatkannya, dan cara ini bisa membantu si penerima pada saat ia akan mengucapkan terima kasih kepada Anda. Di kartu ucapan, Anda pun dapat menuliskan, “Mudah-mudahan uang sejumlah Rp 100 ribu ini dapat bermanfaat.”
* Biasanya, uang sebagai kado diberikan dari orang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Akan lebih baik bila Anda mengetahui apakah uang yang diberikan akan dibelikan sesuatu yang istimewa, dengan menyertakan kata-kata di kartu ucapan Anda yang mendekatkannya pada tujuannya. Selamat mencoba!

It was, It is, and It will be: “tak ada kata terlambat untuk berubah!!!”

It was, It is, and It will be: “tak ada kata terlambat untuk berubah!!!”

Banyak orang yang menganggap bahwa apa yang sudah kita miliki, baik itu sifat, kecerdasan, kepekaan terhadap lingkungan, keimanan, dan kebiasaan, semuanya itu bersifat sudah final. Emang saya adanya begini, diapa-apain ya kurang lebih akan begini juga. Saya pemarah, bodoh, malas, minder, miskin, penakut, dan banyak predikat lainnya yang sudah kita patenkan untuk kita. Awas ini bahaya!!!

Orang seperti itu mencampur adukkan antara masa lalu (it was), saat ini (it is), dan yang akan datang (it will be). Itu biasanya berlaku buat para penakut dan pengecut. Menganggap semua yang kita miliki sudah final itu juga “meremehkan TUHAN” karena Tuhan disini diposisikan sebagai “yang tidak bisa merubah”. Padahal Tuhan akan menjadikan apapun yang DIA mau.

Disini butuh pemahaman bahwa “the past is not equal with today” dan “the past is not equal with the future”. Karena kita tidak bisa merubah “the past” maka mari kita merubah “today and the future”.

Mari kita berani berubah, dan kemudian berdoa “Thanks God I’m changing to be better”

adopted from Praptapa, Agung (2008).

Jejak Kecil

Jejak kecil yg kau tinggalkan,

Melemparkanku pada keajaiban penuh makna,

Dan dengan segala cinta yang kupunya,

Kubiarkan angan kita mengembara,

Jika kau kira dengan sebelah sayap aku akan terkoyak,

Maka camkanlah dengan sebelah sayap itu

Akan kujelajah gunung,

Ombak-ombak samudera,

Dan gemintang diangkasa,

Telah kutinggalkan cemburu di sudut kamar gelap,

telah kuhanyutkan duka pada sungai kecil yang mengalir dari mataku,

Telah kukabarkan lewat angin gerimis,

Tentang segala catatan hati

Yang terhampar ditiap jengkal sajadah

Dalam tahajud & sujud panjangku,

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Terimakasih ya Allah, Engkau telah merubahku menjadi lebih baik.

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Hamba adalah manusia yg lemah.

Hanya kepadaMU hamba berlindung dari segala perbuatan buruk hamba.

Hamba mengakui segala dosa yang telah hamba lakukan.

Hamba mengakui segala Nikmat yang telah Engkau curahkan.

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan aku dustakan?

Health Tip: After Your Child is Born

(HealthDay News) – It’s important to properly care for your newborn’s umbilical cord to prevent infection and related complications.

 

Here are warning signs, courtesy of the University of Virginia Health System, that should prompt you to contact your doctor:

  • The end of the umbilical cord (near the skin) is bleeding.
  • What’s left of the cord is discharging yellow or white pus.
  • Swelling or redness is surrounding the belly button.
  • Your baby is providing signals that the belly button is sore or tender.